Apa Itu Paper Asset?
Paper Asset adalah suatu program untuk melindungi asset berharga dari resiko yang tidak terduga. Jangan sampai Asset terjual untuk mebiayai resiko akibat sakit kritis atau resiko tutup usia yang meninggalkan banyak hutang dan menjadi beban keluarga.Sebagai investor, kita memiliki banyak pilihan untuk berinvestasi. Agar lebih mudah, kita golongkan menjadi 3 jenis investasi, yaitu:
1. Real asset adalah asset yang dapat Anda lihat, seperti investasi logam mulia, membeli tanah, ruko, rumah dan lainnya.
2. Paper asset adalah asset yang bentuknya kertas, seperti saham, reksadana, deposito, ORI dan Polis Asuransi.
3. Business asset adalah asset yang bentuknya adalah sebuah sistem, contoh waralaba makanan, laundry dan lainnya.
Semua asset yang disebutkan diatas akan hilang karena tidak terlindungi, kecuali Polis Asuransi. Hilang bisa karena kerugian dalam berbisnis/bangkrut, tertipu, hutang piutang, bencana alam ataupun karena suatu penyakit kritis yang membutuhkan banyak biaya.
Katakan Bapak Bijaksana (usia 40tahun) memiliki total asset 5 Miliar (property dan tabungan).
Kemudian Bapak Bijaksana melakukan suatu perjanjian dengan perusahaan asuransi jiwa untuk melindungi total asset 5 Miliar tersebut. Bapak bijaksana dimintai komitmen fee sebesar 50jt/tahun atau tidak lebih dari 5jt/bulan.
Kemudian Bapak Bijaksana melakukan suatu perjanjian dengan perusahaan asuransi jiwa untuk melindungi total asset 5 Miliar tersebut. Bapak bijaksana dimintai komitmen fee sebesar 50jt/tahun atau tidak lebih dari 5jt/bulan.
Pada saat tahun ke-10, total asset senilai 5 Miliar dari Bapak Bijaksana tersebut bisa bertumbuh atau berkurang tergantung dari keahlian Bapak Bijaksana dalam mengelola asset dan bisnisnya. Dalam hal ini berarti masih tidak menjamin untuk kelangsungan hidup keluarga kedepannya.
Apabila ternyata pada tahun ke-10 Bapak Bijaksana mengalami resiko sakit penyakit dan akhirnya tutup usia, maka pihak asuransi jiwa akan memberikan santunan dalam bentuk warisan kepada ahli waris senilai 5 Miliar plus hasil pengembangan investasi dari komitmen fee sebesar 50jt/tahun. Dalam hal ini paper asset yang dibeli oleh Bapak Bijaksana bisa menjamin kelangsungan hidup keluarga kedepan.
Keuntungan Paper asset sebagai Program Perencanaan Warisan :
1. Pencairan mudah
2. Tidak dikenai pajak
3. Termaslahat (Adanya prosentase pembagian kepada ahli waris, sehingga tidak terjadi konflik dikemudian hari)
4. Tidak perlu Biaya Balik Nama
5. Tidak perlu maintenance fee
1. Pencairan mudah
2. Tidak dikenai pajak
3. Termaslahat (Adanya prosentase pembagian kepada ahli waris, sehingga tidak terjadi konflik dikemudian hari)
4. Tidak perlu Biaya Balik Nama
5. Tidak perlu maintenance fee
Jika kita asumsikan Pak Bijaksana ternyata belum memiliki asset berharga, rumah masih KPR dan masih banyak cicilan hidup lainnya, maka akan lebih bagus jika Pak Bijasana memiliki Paper asset. Dengan usia 40tahun dan investasi Rp. 20.000/hari atau Rp.600.000/bln, maka bisa mendapatkan Paper Asset senilai Rp. 1 Milyar. Sehingga apabila terjadi resiko tutup usia kapanpun, maka ahli waris akan mendapatkan 1 Milyar. Sangat membantu sekali untuk membiayai hidup seperti pendidikan anak, biaya operasional rumah tangga atau cicilan kendaraan (jika ada). Apabila tidak terjadi resiko tutup usia pun, ada nilai tunai yang bisa diambil sebagai hasil investasi.

No comments:
Post a Comment