Wednesday, April 19, 2017

Penyakit Kritis : Paru-paru Kronis

Penyakit COPD (Chronic Obstructive Pulmonary Disease) atau Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) adalah penyakit kronis paru paru yang disebabkan oleh kerusakan paru paru yang tidak bisa lagi disembuhkan. Penyakit ini sangat erat hubungannya dengan asap rokok yang dihirup baik oleh perokok atau pun orang disekitarnya yang juga menghirup asap rokok tersebut secara berkepanjangan.

Penyakit Kritis Paru-paru Kronis
Penyakit Kritis Paru-paru Kronis


Kondisi paru paru yang biasanya ditemukan pada penderita COPD (PPOK) adalah:
  1. Emfisema: paru paru yang biasanya elastis menjadi kaku dan susah bergerak menyebabkan pertukaran udara di paru paru tidak berjalan dengan sempurna
  2. Bronchitis kronis: adanya proses peradangan pada dinding cabang saluran pernafasan menyebabkan lubang pernafasan menjadi lebih sempit dan memproduksi dahak yang berlebihan
  3. Asthma kronis: sesak nafas secara terus menerus

Gejala-gejala Penyakit Paru Obstruktif Kronis

Pada tahap-tahap awal, COPD (PPOK) jarang menunjukkan gejala atau tanda khusus. Gejala-gejala penyakit ini akan muncul ketika sudah terjadi kerusakan yang signifikan pada paru-paru, umumnya bertahun-tahun setelah paparan. Karena itu, pengidapnya sering tidak menyadari mengidap penyakit ini. Terdapat sejumlah gejala COPD (PPOK) yang bisa terjadi dan sebaiknya diwaspadai, yaitu: 
  • Batuk berdahak yang tidak kunjung sembuh.
  • Makin sering tersengal-sengal, bahkan saat melakukan aktivitas fisik yang ringan seperti memasak atau mengenakan pakaian.
  • Mengi atau napas sesak dan berbunyi.
  • Lemas.
  • Sering mengalami infeksi paru.
  • Penurunan berat badan.

Penyakit Kritis Paru-paru Kronis yang di cover oleh Asuransi FWD Life Indonesia, yaitu Penyakit paru-paru tahap akhir termasuk penyakit paru-paru intersisial yang disebabkan oleh penyakit gagal pernafasan yang kronik. Diagnosa ditegakkan oleh Dokter Spesialis Paru dan harus memenuhi kriteria di bawah ini:
  1. Memerlukan terapi oksigen yang ekstensif dan permanen,
  2. Hasil test fungsi paru FEV1 secara konsisten kurang dari 1 liter,
  3. Analisa gas darah arteri dengan tekanan partial oksigen sama dengan atau kurang dari 55 mmHg (PaO2 <55 mmHg), dan
  4. Sesak nafas walaupun sedang beristirahat. 
Untuk mempersiapkan Asuransi Penyakit kritis demi keamanan financial keluarga dikemudian hari, silakan klik Asuransi Penyakit Kritis untuk Anda mendapatkan ilustrasi dari manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis yang disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan Anda. Jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis, apakah Uang Pertanggungannya sudah cukup? mengingat biaya medis di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Jadi tidak ada salahnya untuk meng-upgrade Uang Pertanggungan Penyakit kritis yang sudah Anda miliki. 
Jika berminat, Anda bisa gratis premi asuransi dengan investasi di Deposito. Dari sebagian return deposito bisa untuk membiayai premi asuransi tersebut. Untuk info detailnya Anda bisa klik deposito gratis asuransi. Sambil berinvestasi, sekaligus merencanakan perlindungan terhadap asset dan diri sendiri.
deposito gratis asuransi
www.depositogratisasuransi.com

Thursday, April 6, 2017

Penyakit Kritis : Hipertensi Pulmonal Primer (Primary Pulmonary Hypertension)


Hipertensi paru (pulmonary hypertension) / hipertensi pulmonal adalah suatu keadaan dimana terjadi tekanan darah tinggi di arteri paru-paru. Tekanan darah tinggi ini berbeda dengan tekanan darah tinggi biasa yang diukur pakai tensimeter dan banyak diderita oleh masyarakat umum. Tekanan darah di arteri pulmonal yang normal adalah 8-20 mmHg, pada pasien PH tekanan paru >25 mmHg pada kondisi istirahat dan >30 mmHg pada saat aktifitas. Tekanan darah tinggi tersebut terjadi karena saluran (arteri pulmonal) yang membawa darah dari jantung ke paru-paru menyempit/menebal sehingga jantung kanan harus bekerja extra keras untuk memompa darah tersebut menuju paru-paru.

Penyakit Kritis pulmonary hypertension
Penyakit Kritis pulmonary hypertension

Hipertensi paru sebenarnya bukanlah suatu penyakit tersendiri, tetapi lebih ke suatu keadaan yang ditimbulkan oleh penyakit lainnya (atau suatu efek dari penyakit lainnya). Tetapi karena dalam kebanyakan kasus tidak/belum ditemukan penyebabnya, maka sebagian besar hipertensi pulmonal masuk ke kategori primer / tanpa penyebab.

Hipertensi Pulmonal Primer (Primary Pulmonary Hypertension) yang dicover oleh Asuransi FWD Life yaitu Kelainan patologis dimana terjadi peningkatan tekanan pulmonum (pada pembuluh darah paru) akibat gangguan struktur, fungsi atau sirkulasi paru-paru sehingga mengkibatkan pembesaran bilik kanan jantung dan memenuhi kriteria dibawah ini:
  1. Menyebabkan ketidakmampuan fisik permanen sesuai dengan Kelas IV Klasifikasi “New York Heart Association Classification of Cardiac Impairment”, dan
  2. Harus ada bukti bahwa tekanan pulmonal menetap lebih dari 30 (tiga puluh) mmHg minimum selama periode 6 bulan secara terus menerus.
Diagnosis Penyakit ini ditegakkan oleh Dokter Spesialis Jantung atau Dokter Spesialis lain yang sesuai dan dibuktikan dengan pemeriksaan klinik dan kateterisasi jantung. 

Untuk mempersiapkan Asuransi Penyakit kritis demi keamanan financial keluarga dikemudian hari, silakan klik Asuransi Penyakit Kritis untuk Anda mendapatkan ilustrasi dari manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis yang disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan Anda. Jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis, apakah Uang Pertanggungannya sudah cukup? mengingat biaya medis di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Jadi tidak ada salahnya untuk meng-upgrade Uang Pertanggungan Penyakit kritis yang sudah Anda miliki. 
Jika berminat, Anda bisa gratis premi asuransi dengan investasi di Deposito. Dari sebagian return deposito bisa untuk membiayai premi asuransi tersebut. Untuk info detailnya Anda bisa klik deposito gratis asuransi. Sambil berinvestasi, sekaligus merencanakan perlindungan terhadap asset dan diri sendiri.



Tuesday, April 4, 2017

Penyakit Kritis : Kawasaki



Penyakit Kawasaki menyerang pembuluh darah yang bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan cacat pada jantung, bahkan kematian. Penyebab utama penyakit kawasaki secara pasti belum diketahui, namun ada indikasi bahwa pemicunya adalah adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang didahului infeksi. 



Penyakit Kritis Kawasaki
Penyakit Kritis Kawasaki


Banyak yang menduga racun yang dikeluarkan kuman tertentu yang menjadi penyebabnya. Tetapi belum ada bukti kuat yang mendukung dugaan tersebut. Dugaan lain adalah peran dari faktor genetika dan sistem imun penderita. Sebagian besar penyakit ini akan sembuh sendiri. Karakteristik penyakit kawasaki adalah penyakit akut yang diperantarai oleh sistem imun tubuh. Tetapi pada beberapa kasus, dapat timbul berbagai macam komplikasi, misalnya peradangan sendi dan peradangan pada selaput otak atau meningitis. 


Komplikasi lain yang biasanya fatal adalah komplikasi jantung. Pada jantung, penyakit kawasaki menyebabkan peradangan otot jantung (miokarditis), pembesaran ukuran jantung (kardiomegali), denyut jantung tidak normal (aritmia), dan perdangan pembuluh darah koroner (vaskulitis). Komplikasi ke jantung biasanya mulai terjadi setelah hari pertama sampai hari kedelapan sejak timbulnya demam. Awalnya berupa penyempitan atau sumbatan dalam pembuluh koroner. Sebagian penderita akan sembuh, namun sebagian lagi terpaksa menjalani hidup dengan jantung yang cacat akibat aliran darah koroner yang terganggu dan sebagian kecil akan meninggal akibat kerusakan penyakit jantung.



Penyakit kawasaki sangat identik dengan penyakit campak, alergi obat, infeksi virus, atau penyakit gondong. Bedanya dengan penyakit campak, demam pada penderita kawasaki tidak langsung hilang setelah bercak merahnya muncul. Batuk dan pileknya lebih parah dan tidak ada kotoran di mata. Suhu tubuh penderita penyakit kawasaki bisa meningkat hingga 39 derajat C dan tidak mengalami penurunan suhu hingga lima hari. Pada kasus yang tidak di obati, demam dapat berlangsung selama satu sampai dua minggu, bahkan sampai tiga sampai empat minggu. Dalam rentang waktu dua sampai lima hari setelah demam, gejala akan muncul. Demam ini tidak memberikan respons terhadap pemberian antibiotik. Hampir semua anak dengan penyakit kawasaki menunjukan gejala gelisah, rewel, serta emosi yang labil.




Penyakit Kawasaki yang dicover oleh Asuransi FWD Life Indonesia yaitu yang mengakibatkan komplikasi pada jantung. Komplikasi penyakit Kawasaki pada jantung ini harus memenuhi kriteria :
  1. Pelebaran/ aneurisma dari arteri koroner yang berlangsung secara terus menerus selama 6 (enam) bulan yang diakibatkan oleh penyakit Kawasaki dan dibuktikan dengan pemeriksaan ekokardiografi, dan
  2. Pelebaran/aneurismatersebut berukuranminimum6milimeter
Diagnosa dari penyakit ini ditegakkan oleh Dokter Spesialis anak atau Dokter Spesialis lain yang sesuai.


Untuk mempersiapkan Asuransi Penyakit kritis demi keamanan financial keluarga dikemudian hari, silakan klik Asuransi Penyakit Kritis untuk Anda mendapatkan ilustrasi dari manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis yang disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan Anda. Jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis, apakah Uang Pertanggungannya sudah cukup? mengingat biaya medis di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Jadi tidak ada salahnya untuk meng-upgrade Uang Pertanggungan Penyakit kritis yang sudah Anda miliki. 
Jika berminat, Anda bisa gratis premi asuransi dengan investasi di Deposito. Dari sebagian return deposito bisa untuk membiayai premi asuransi tersebut. Untuk info detailnya Anda bisa klik deposito gratis asuransi. Sambil berinvestasi, sekaligus merencanakan perlindungan terhadap asset dan diri sendiri.


Deposito Gratis Asuransi
www.depositogratisasuransi.com



Monday, April 3, 2017

Penyakit Kritis : Jantung Koroner Lain Yang Serius

Bagi sebagian orang yang mengikuti asuransi, paling malas rasanya kalau disuruh baca polis asuransi. Memang wajar sih, karena bahasa yang digunakan dalam Polis asuransi cenderung sulit dicerna, jadi perlu beberapa kali untuk membaca kalimat per kalimatnya. Disini kita akan kupas tuntas satu persatu, dari total 49 penyakit kritis yang dicover oleh FWD Life Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat akan arti pentingnya mengikuti asuransi (dari manapun itu asuransinya), karena yang terpenting adalah supaya terhindar dari "kebangkrutan" karena resiko penyakit kritis.

Penyakit kritis yang pertama yaitu Penyakit Jantung Koroner.

Penyakit Kritis Jantung Koroner
Penyakit Kritis Jantung Koroner





Penyebab utama terjadinya serangan jantung adalah penyakit jantung koroner. Penyakit Jantung Koroner terjadi karena tersumbatnya pembuluh darah utama yang memasok darah ke jantung (pembuluh koroner). Sumbatan ini disebabkan oleh timbunan kolesterol berupa plak yang menempel di dinding pembuluh darah. Plak yang retak akan mengakibatkan terjadinya penggumpalan darah. Akhirnya, penggumpalan darah ini akan menghambat pasokan darah dan oksigen ke jantung melalui pembuluh koroner. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan terjadinya serangan jantung. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner, antara lain: 
  • Merokok.
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Kebiasaan mengonsumsi makanan berlemak.
  • Berat badan berlebih atau obesitas. 
Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius yang dicover oleh Asuransi FWD Life Indonesia yaitu Penyempitan pada salah satu arteri koroner minimum seluas 75% ( tujuh puluh lima persen) dan pada 2 (dua) arteri koroner lainnya minimum seluas 60% (enampuluhpersen) yang dibuktikan dengan angiografi, tanpa memandang apakah operasi sudah dilakukan atau belum. Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC). 

Asuransi juga mengcover untuk operasi jantung koroner dengan membuka dinding dada untuk mengkoreksi penyempitan atau sumbatan pada satu atau lebih arteri koroner jantung. Diagnosa ditegakkan berdasarkan Angiografi yang menunjuk kan adanya penyumbatan pembuluh darah koroner yang bermakna dan tindakan tersebut harus berdasarkan pertimbangan medis yang dibuat oleh Dokter Spesialis jantung. Teknik yang tidak memerlukan pembedahan, seperti Angioplasti, semua teknik kateterisasi intra-arterial, termasuk prosedur keyhole atau prosedur dengan sinar laser, dikecualikan dari kriteria ini.

Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner, batasan pembayaran manfaat ini adalah 10% (sepuluh persen) dari total Uang Pertanggungan Penyakit Kritis atau maksimum Rp.100.000.000 (seratus juta Rupiah) atau USD10.000 mana yang lebih kecil, setelah Tertanggung menjalani angioplasti balloning atau tindakan katerisasi intra-arterial untuk mengobati penyempitan pembuluh koroner yang bermakna, minimum seluas 70% (tujuh puluhpersen), dari satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner yang dibuktikan dari angiografi. 

Tindakan ini harus atas indikasi medis dan berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh Dokter SpecialisJantung. Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC). Pembayaran Manfaat tersebut di atas hanya dilakukan 1 (satu) kali saja sepanjang masa berlakunya Asuransi Tambahan ini dan Asuransi Tambahan Critical Illness akan diteruskan dengan Uang Pertanggungan sebesar selisih dari Jumlah Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan Critical Illness awal dengan Jumlah Manfaat yang telah dibayarkan. Tindakan Diagnostik dengan angioplasti dikecualikan dari kriteria ini. 


Untuk mempersiapkan Asuransi Penyakit kritis demi keamanan financial keluarga dikemudian hari, silakan klik Asuransi Penyakit Kritis untuk Anda mendapatkan ilustrasi dari manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis yang disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan Anda. Jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis, apakah Uang Pertanggungannya sudah cukup? mengingat biaya medis di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Jadi tidak ada salahnya untuk meng-upgrade Uang Pertanggungan Penyakit kritis yang sudah Anda miliki. 
Jika berminat, Anda bisa gratis premi asuransi dengan investasi di Deposito. Dari sebagian return deposito bisa untuk membiayai premi asuransi tersebut. Untuk info detailnya Anda bisa klik deposito gratis asuransi. Sambil berinvestasi, sekaligus merencanakan perlindungan terhadap asset dan diri sendiri.


deposito gratis asuransi





Penyakit Kritis : Serangan Jantung Pertama

Bagi sebagian orang yang mengikuti asuransi, paling malas rasanya kalau disuruh baca polis asuransi. Memang wajar sih, karena bahasa yang digunakan dalam Polis asuransi cenderung sulit dicerna, jadi perlu beberapa kali untuk membaca kalimat per kalimatnya. Disini kita akan kupas tuntas satu persatu, dari total 49 penyakit kritis yang dicover oleh FWD Life Indonesia. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat akan arti pentingnya mengikuti asuransi (dari manapun itu asuransinya), karena yang terpenting adalah supaya terhindar dari "kebangkrutan" karena resiko penyakit kritis.

Penyakit kritis yang pertama yaitu Serangan Jantung Pertama. 

Penyakit Kritis Serangan Jantung Pertama
Penyakit Kritis Serangan Jantung Pertama


Serangan jantung adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah menuju ke jantung terhambat. Ini adalah kondisi medis darurat yang biasanya disebabkan oleh penggumpalan darah atau penumpukan lemak, kolesterol, dan unsur lainnya. Gangguan aliran darah ke jantung tersebut bisa merusak atau menghancurkan otot jantung dan bisa berakibat fatal. Dalam dunia medis, serangan jantung disebut juga sebagai infark miokard.



Infark sebagian otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung. Kriteria diagnostik yang harus dipenuhi pada saat terjadinya serangan tersebut adalah harus memenuhi 3 (tiga) dari 5 (lima) kriteria tersebut di bawah ini (agar claim terhadap penyakit kritis ini bisa dicover) :



a. Adanya nyeri dada khas pada saat serangan;

b. Terjadinya perubahan-perubahan gambaran elektro kardiogram (EKG) yang khas untuk Infark My ocardial stadium dini dan;

c. Terjadinya peningkatan pada kadar enzim jantung CK-MB;


d. Terjadinya peningkatan Troponin (T or I);


e. Left Ventricular Ejection fraction kurang dari 50%(lima puluh persen) yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan atau lebih setelah serangan.


Berikut ini adalah gejala yang mungkin muncul pada penderita serangan jantung. 
  • Sesak napas.
  • Sakit atau nyeri di bagian dada.
  • Merasa lemah dan pusing.
  • Sangat gelisah atau cemas.
Pengobatan yang diberikan pada penderita serangan jantung adalah obat-obatan untuk melarutkan gumpalan darah dan prosedur operasi untuk mengembalikan aliran darah menuju  jantung. Pengobatan yang dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan kondisi penderita serangan jantung.
Serangan jantung yang parah atau terlambat ditangani bisa menyebabkan komplikasi yang serius dan bahkan berakibat pada kematian. Kematian sering kali terjadi sebelum pasien mencapai rumah sakit, atau dalam satu bulan setelah pasien mengalami serangan jantung. Apabila pasien berhasil bertahan selama sebulan setelahnya, kemungkinan besar mereka untuk bertahan hidup sangat bagus.
Peluang hidup seseorang yang pernah mendapatkan serangan jantung bergantung pada beberapa hal. Pertama adalah usia pasien. Apabila usia orang yang mengalami serangan jantung makin tua, kemungkinan terjadinya komplikasi akan bertambah. Kedua, tingkat keparahan serangan jantung juga berpengaruh kepada peluang hidup seseorang. Yang paling utama adalah seberapa parah kerusakan otot jantung yang terjadi. Sedangkan yang ketiga, waktu yang dibutuhkan seseorang hingga dia mendapatkan pertolongan saat mengalami serangan jantung. Makin lama penanganan serangan jantung, maka peluang hidupnya akan makin berkurang.
Untuk mempersiapkan Asuransi Penyakit kritis demi keamanan financial keluarga dikemudian hari, silakan klik Asuransi Penyakit Kritis untuk Anda mendapatkan ilustrasi dari manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis yang disesuaikan berdasarkan usia dan kebutuhan Anda. Jika sudah memiliki asuransi penyakit kritis, apakah Uang Pertanggungannya sudah cukup? mengingat biaya medis di Indonesia selalu naik setiap tahunnya. Jadi tidak ada salahnya untuk meng-upgrade Uang Pertanggungan Penyakit kritis yang sudah Anda miliki. 
Jika berminat, Anda bisa gratis premi asuransi dengan investasi di Deposito. Dari sebagian return deposito bisa untuk membiayai premi asuransi tersebut. Untuk info detailnya Anda bisa klik deposito gratis asuransi. Sambil berinvestasi, sekaligus merencanakan perlindungan terhadap asset dan diri sendiri.



Sunday, March 19, 2017

Produk Asuransi FWD Life Indonesia


Asuransi FWD Life memberikan Produk yang fleksible berdasarkan kebutuhan Nasabah.
Jika Nasabah memerlukan Produk rawat inap khusus di Rumah Sakit? maka Produk Hospital Surgical (HS) adalah solusinya. Dimana obat-obatan, tindakan operasi, dan biaya lainnya ditanggung secara on-bill atau sesuai tagihan. Untuk lebih lengkapnya bisa klik di Produk Hospital Surgical.
Apabila Nasabah sudah memiliki produk HS dari Asuransi lainnya, maka Nasabah bisa memilih Produk Hospital Cash (HC), yaitu manfaat santunan harian selama rawat inap di Rumah sakit. Untuk klaim produk ini, Nasabah hanya melampirkan fotocopy kwitansi yang dilegalisir. Sehingga mendapatkan manfaat double klaim selain dari Asuransi lainnya.
Jika Anda telah memiliki asuransi untuk kesehatan, maka Program Paper asset bisa menjadi solusi keuangan yang terbaik. Program paper asset adalah salah satu produk untuk melindungi diri, keluarga dan asset berharga. Program ini sangat terjangkau dengan benefit yang sangat menguntungkan.
Salah satu hal yang membuat “kebangkrutan” dalam hidup adalah karena terkena Sakit Kritis yang membutuhkan biaya banyak. Penyakit kritis (Critical Illness) adalah salah satu produk unggulan dari FWD Life, karena memberikan perlindungan dari 49 Penyakit Kritis. Jika Anda belum memiliki Produk ini, untuk lebih lengkapnya bisa klik di bagian Produk Penyakit Kritis. Jika Anda sudah memiliki perlindungan Penyakit Kritis dari Asuransi lainnya, maka tidak ada salahnya untuk meng-upgrade Uang Pertanggungan Penyakit Kritis dari yang sudah Anda miliki, mengingat biaya medis di Indonesia setiap tahunnya selalu naik.

Jika Anda tertarik untuk tambah-tambah income, silakan ikuti program afiliasi dan menjadi mitra kerjasama kami, info lebih lanjut bisa klik disini..

Deposito Plus Asuransi

Anda pernah berinvestasi melalui deposito? Salah satu keuntungannya yaitu setiap bulan akan mendapatkan fix income dari hasil deposito tersebut. Bisa jadi hasil deposito tersebut cukup untuk membiayai hidup sehari-hari, atau Anda hanya tutup mata saja yang penting fix income masuk setiap bulannya. Apapun tujuannya itu, kami menitikberatkan jangan sampai uang deposito yang Anda investasikan harus dicairkan sebelum waktunya hanya untuk membiayai resiko yang tidak terduga. Kami akan memberikan solusi agar deposito Anda juga terlindungi.





Diilustrasikan Bapak Bijaksana, Usia 40 tahun, Deposito 100 Juta. Dari Deposito tersebut, Bapak Bijaksana bisa memilih salah satu dari pilihan Asuransinya :
1. Asuransi Jiwa
Uang Pertanggungan (UP) Jiwa 500 Juta
2. Asuransi Jiwa + Kesehatan (Hospital Cash)
Uang Pertanggungan Jiwa 300 Juta
Hospital Cash (HC), mendapatkan santunan harian rawat inap 500.000/hari
3. Asuransi Jiwa + Penyakit Kritis
Uang Pertanggungan Jiwa 300 Juta
Uang Pertanggungan Penyakit Kritis 200 Juta
(untuk penjelasan lebih detail dari masing-masing manfaat asuransi tambahan diatas, bisa klik disini)
Apabila 6 bulan kemudian Bapak Bijaksana terjadi resiko meninggal dunia, maka akan diberikan kepada ahli waris sebesar Uang Pertanggungan (UP) 500 Juta Plus deposito beserta hasil investasinya. Ahli waris tidak perlu direpotkan untuk pengurusannya (seperti harus ke notaris, mengumpulkan bukti buku tabungan, sertifikat deposito, dsb), karena pada saat mendaftar nanti, Anda langsung dimintai data ahli waris.
Jadi dengan Deposito plus Asuransi, Bapak Bijaksana selain mendapatkan Hasil Investasi Rp.913.561 tiap bulan, juga mendapatkan Manfaat Asuransi sesuai kebutuhannya. Sehingga apabila terjadi resiko, deposito tersebut masih tetap utuh dan tidak perlu dicairkan untuk membiayai resiko.
(Untuk penjelasan dan ilustrasi hasil deposito bisa klik disini)
Keuntungan dari Program Deposito Gratis Asuransi :
– Hasil Deposito bisa ditransfer setiap bulan ke Rekening pribadi.
– Mendapatkan perlindungan untuk memproteksi diri Anda sekaligus depositonya dari resiko yang tidak terduga.
– Adanya info data ahli waris, sehingga ahli waris tidak diperumit untuk pengurusan pencairan depositonya.